Glitter Words

Senin, 08 Desember 2008

Krisis Global Yang Melanda Seluruh Dunia





























Awal dan Dampak Krisis Ekonomi Global yang Meresahkan


Krisis global tahun 2008 diawali dengan “jatuh”nya sistem keuangan di Amerika Serikat. Begitu kuatnya krisis ekonomi terjadi, Berbagai negara juga melakukan antisipasi serius terhadap jatuhnya pasar modal Wall Street, karena imbasnya terasa ke pasar-pasar modal hampir tiap negara. Indonesia pun tidak lepas dari pengaruh krisis keuangan Amerika.

Mengutip dari artikel yang berjudul "The Fall of America Inc" Inti dari artikel tersebut menyebutkan bahwa era kejayaan Amerika setelah pemerintahan Reagen sudah berakhir. Ada dua pemikiran besar yang dibawah pemerintahan Reagen: pemotongan pajak dan deregulasi ekonomi. Keduanya dilandasi dengan kepercayaan bahwa campur tangan pemerintah dalam mengatur perekonomian harus diminimalisir untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ide demokratisasi politik ala Amerika, yang kemudian juga menjadi model di banyak negara di dunia, sesungguhnya bisa ditempatkan dalam kerangka membebaskan perekonomian dari kendali negara.

Terulang lagi di Indonesia krisis yang menguncang setelah terakhir pada tahun 1998. Indonesia mengalami lagi stelah 10 tahun dar masa itu. Selama 10 tahun juga Indonesia susah payah membangun negri ini. Dan pada tahun 2008 krisis kembali lagi menyambut negri ini. Ini juga tidak jauh-jauh lepas dari krisis yang melanda Amerika sehingga besar dampaknya bagi seluruh dunia.

Saham dunia yang terjun bebas turun secara drastis yang membuat sebagian besar orang bangkrut. Mata uang rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat. Minyak dunia yang tidak stabil. Harga kebutuhan pokok yang perlahan-lahan juga ikut merangkak naik.angka kemisiskinan yag semakin bertambah setiap hari.

Dampak lain dari krisis keuangan global yang terus mencemaskan semua orang. Dan tidak tahu kapan akan berakhir. Tampaknya krisis keuangan ini mengakibatkan meningkatnya gangguan kesehatan mental sampai bunuh diri.

Memburuknya situasi perekonomian nasional ini diperkirakan, sebagai faktor pemicu meningkatnya penderita gangguan jiwa di Indonesia, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Rakyat mudah stres dan depresi lantaran harga kebutuhan terus melambung dan tidak sebanding dengan upah yang didapatkan

Bukan hanya di Indonesia, ratusan juta orang di seluruh dunia sudah terkena pengaruh gangguan mental seperti depresi dan gangguan dua kutub dan kemerosotan pasar saat ini dapat menambah parah rasa kecewa di kalangan orang yang rentan terhadap penyakit semacam itu.

Dampaknya dapat terlihat pada orang-orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tentu saja dunia sangat terkejut dengan datangnya krisis keuangan yang sangat tidak disangka-sangka oleh semua orang.

Sampai saat ini belum ada solusi tepat untuk mencegah stres maupun gangguan jiwa. Seseorang tidak bisa mencegah terjadinya stres, tapi kita bisa memberikan terapi bagi penderita gangguan jiwa. Sebab stres merupakan suatu yang kompleks dan harus diidentifikasi terlebih dahulu.
Krisis global ini telah membuat berbagai negara di berbagai belahan dunia menjadi sangat terguncang dalam hal perekonomian. entah sampai kapan akan terus mengalami masa-masa sulit ini. Semoga semua orang bisa tabah menghadapi krisis global ini.Cjesssica)

sumber:http://www.kompas.com/2008/10/11/094750225/krisisglobal





1 komentar:

doTiYanTi mengatakan...

iya c, kl keadaan ekonomi krisis gn buat semua jd resah...
tp moga2 krisisny cpt brkhr& neegara kt ttp bthn.



TW - Dalamnya kasihMu Bapa